Arsip Tag: Golkar

SBY, Jangan Senang Dulu

sbyKoalisi bentukan Partai Demokrat dan SBY yang terdiri dari Partai Golkar, PKB, PKS, PAN, PPP dan Partai Demokrat sendiri dianggap menguntungkan pihak SBY. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, Jumat (16/10). Tetapi SBY jangan senang dulu dengan koalisi besar tersebut, karena meskipun tidak ada partai besar yang menjadi Oposisi maka rakyat sendiri akan lebih hebat dari DPR di senayan. Seperti halnya yang terjadi pada Marcos dan Soeharto.

Kontrak politik yang dilakukan lima parpol besar hanya menguntungkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kontrak tersebut tujuan utamanya adalah untuk saling dukung misi dan kepentingan parpol.

“Namun, sebagai partai pemenang, posisi tawar terbesar dan keputusan mutlak tetap di tangan Demokrat atau SBY,” kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, Jumat (16/10)

“Jadi, dalam hal ini SBY dan Partai Demokrat membuat kontrak yang akan memuluskan kepentingan dalam masa pemerintahannya,” imbuh Sofyan. Dia mengatakan, kontrak politik pasti memuat klausul terkait posisi atau kursi jabatan yg diminta oleh parpol koalisi.

Kontrak politik dengan parpol koalisi, kata dia, bukan berarti tidak ada kontrol terhadap roda pemerintahan. Reformasi telah melahirkan kebebasan berbuat, berbicara, dan sikap reaksioner terhadap pemerintah.

“Dengan kontrak politik seharusnya apabila terdapat kebijakan atau program yang dinilai tidak sesuai, seharusnya dimusyawarahkan dan tidak dilempar ke publik,” kata dia. Hal itu, kata Sofyano, harus jadi poin-poin pokok dalam kontrak politik, sehingga tidak hanya fokus soal jatah menteri atau jabatan saja.

“Dengan tidak adanya oposisi juga tidak perlu ditakutkan karena kontrol dan keberadaan rakyat lebih hebat dari kekuatan parpol yang masuk Senayan,” kata Sofyano “Ingat kasus jatuhnya Marcos dan Soeharto. Ini yang harus diperhitungkan,” tegas dia.

Source : republika.co.id

Saatnya rakyat kembali bersuara ketika wakil di DPR sudah tidak lagi punya nyali untuk menyuarakan nurani rakyat. Kalau perlu peristiwa Mei ’98 periode II harus dikumandangkan. Merdeka !!!!

Iklan

Golkar Masa Depan

Polling Golkar

Kemenangan Ical sebagai Ketua Umum Golkar pada Munas VIII di pekanbaru dinilai berbagai pengamat politik sebagai sebuah kemunduran bagi Golkar. Disamping Ical adalah “anak buah” SBY yang tentunya tidak akan menggambil Jalur Oposisi, Ical juga menempatkan anggota yang di anggap kontroversial didalam kepengurusan Golkar. Bahkan Ical dianggap telah menghambat proses regenerasi di Partai Golkar.

Beberapa kepengurusan DPP Golkar dibawah Ical menuai banyak respon tidak sedap dari berbagai pengamat politik. Bagaimana dengan anda? ikuti Pollingnya di detik.com dengan tajuk “Golkar di Bawah Ical Diprediksi Makin Terpuruk“.

Selamat Buat Ical

Kandidat

Munas VIII Partai Golkar yang di selenggarakan pada 5 Oktober 2009 di Pekanbaru dalam rangka pemilihan Ketua Umum Partai Golkar, akhirnya di menangkan oleh Aburizal Bakrie. Ical begitu panggilan akrabnya adalah salah seorang terkaya di Indonesia. Lahir di Jakarta 15 November 1946 adalah putra sulung dari pengusaha H Achmad Bakrie.

Saat pemilihan hanya 536 suara yang sah. Satu suara tidak memenuhi syarat dan satu suara tidak sah. Aburizal mengumpulkan 296 suara dan Surya Paloh  240 suara. Sedangkan Yuddy Chrisnandy dan Hutomo Mandala Putra tidak mendapatkan suara. Dalam papan perhitungan panitia tertulis suara untuk Ical 346 sedangkan suara untuk Paloh 190. Dikutip dari tempointeraktif.com.

Dalam pidato kemenangannya, Aburizal Bakrie mengatakan hari ini Golkar telah menjalankan demokrasi dengan baik. Dia menyakini akan tetap bersahabat dengan Paloh meski mereka bertarung dalam persaingan ketat dan tajam. “Tunjukan pertarungan ketat tapi tetap bersahabat setelah itu.” jelas Ical.

Bagaimana Golkar kedepan? Ical menyebutkan Golkar tidak akan menjadi partai oposisi. Meski begitu, Golkar akan menjadi partai yang kritis terhadap pemerintah. “Bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakya, Golkar akan mengkritik dan memberi masukan,” janji Ical. detik.com

Bagaimana nasib pemerintahan tanpa oposisi ? Dalam kondisi kekuasaan sangat dominan, menurut Pakar Sosiologi Politik Universitas Gadjah Mada Dr.Suharko kekuasaan cenderung mengarah ke korup. “Apakah lima tahun ke depan demokrasi kita lebih baik atau demokrasi mengalami kritis? Atau, apakah kita kembali ke (kekuasaan) otoritarian?,”. Dikutip dari pikiran-rakyat.com

Jika begitu keadaannya, Oh… Negaraku….!!!

Sumber Dana Golkar

partai-golkarDarimana Golkar memperoleh dana untuk mengurus organisasi sebesar Golkar? mungkin itu akan menjadi pertanyaan di benak anda. Seperti yang di katakan Yuddy Chrisnandi, salah satu kandidat Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Bidang Organisasi, Kader dan Keanggotaan (OKK) DPP Golkar, “Kami tahu berapa besar kebutuhan Partai Golkar tiap bulannya, kurang lebih Rp 2,5-3 miliar untuk menggerakkan roda organisasi se-Indonesia,” demikian di kutip dari detik.com. Namun kata beliau, dana sebesar itu sama sekali tidak masalah bagi Golkar “Itu semua selama ini tidak masalah diatasi dengan kontribusi kader-kader partai Golkar di tingkat pusat. Dan kami sudah hitung itu. Jadi untuk partai yang besar dengan posisi sebagai aset politik nasional, ukuran seperti itu tidaklah sulit bagi siapa pun yang memimpin Partai Golkar,”

Mengenai sumberdana Golkar Jusuf Kalla, sebagai Ketua Umum Golkar menjelaskan bahwa dana Golkar sepenuhnya dari kader partai yang berjumlah 24 juta jiwa. “Anggota Partai Golkar itu sekitar 24 juta, itulah yang menjadi sumber. Dana ini bisa berupa iuran, sumbangan berupa dukungan kepada partai,” tribunkaltim.co.id.

kader golkarKalo memang kebutuhan dana 3 milyar per bulan itu dibebankan kepada kader partai, apakah ini yang memicu kenapa Golkar menjadi urutan pertama Fraksi paling korup di DPR. “Jika kita ingin memberi penghargaan kepada fraksi di DPR yang paling korup, siapakah yang berhak mendapatkannya? Jawabannya adalah Golkar! Sementara FKB berhak menyandang predikat paling banyak berkonflik”, demikian yang tercantum di detik.com

Kenapa saya berpandangan demikian? karena setiap kader Golkar yang menjadi anggota DPR akan mengambil kembali dana yang telah keluarkan untuk kepentingan partai. Belum lagi biaya kampanye yang tentunya akan di bebani kepada caleg. Selain itu juga karena anggota DPR di potong gajinya oleh partai. surya.co.id

Selanjutnya terserah anda 😛

Demokrasi Ala Golkar

Munas Golkar

Jelang pemilihan Ketua Umum Partai Gokar yang rencananya akan berlangsung Kamis 8 oktober, situasi Munas mulai memanas. Dalam hal perebutan suara, sejumlah pemilik suara sah di Munas Partai Golkar merasa diintimidasi oleh salah satu kubu kandidat.

Soal intimidasi ini diakui sendiri oleh salah satu Ketua DPP Burhanudin
Napitupulu kepada detikcom. “Ada intervensi terhadap pemilik suara DPD-DPD baik I dan II juga ormas,” kata Ketua DPP Burhanudin Napitupulu kepada detikcom di arena Munas Golkar di Hotel Labersa, Riau, Rabu (7/10/2009).

Bentuk intimidasi itu mulai terlihat jelas wujudnya pada saat sesi pandangan
umum DPD dan ormas pendukung terhadap laporan pertanggungjawaban Ketum Jusuf
Kalla tadi malam.

Sejumlah DPD dan ormas yang semula menjadi pendukung Surya Paloh, tiba-tiba saat pandangan umum menjadi tidak berani menyebutkan nama yang didukung. Hal ini berbeda dengan DPD dan ormas yang sejak semula berada di barisan pendukung Aburizal Bakrie (Ical), saat pendangan umum secara lugas menyatakan dukungan kepada Ical untuk menjadi Ketum.

Burnap mensinyalir ada intimidasi yang dilancarkan kubu tertentu kepada pemilik suara di Munas yang mendukung Paloh. “Misalnya Sulsel dan Jateng yang sejak awal di kubu Paloh, tapi menjadi tidak berani menyebutkan nama,” terang pria yang memilih netral dalam Munas kali ini.

Kejadian yang paling tragis mungkin dialami oleh ormas pendukung Satuan Karya Ulama (Satkar Ulama). Satkar Ulama jauh-jauh hari sebelum Munas berlangsung sudah menyatakan dukungan kepada Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Sekjen Satkar Ulama Syisferi Datuk Gonjong mengatakan jika dukungan diberikan kepada Tommy lantaran Tommy pernah menjadi Bendahara Umum di ormas ini.

Hingga di arena Munas pun, dukungan itu tak berubah. Pada saat menggelar
konfrensi pers, onderbouw Golkar yang berdiri pada 13 Maret 1970 ini tegas-tegas menyatakan dukungan kepada Tommy.

Namun ketika memberikan pandangan umum, dukungan itu berbalik arah. Pada saat membacakan dukungan, ternyata Satkar Ulama justru memberikan dukungan kepada Ical.

Yang membacakan dukungan adalah Asraf Ali yang dikatakan sebagai ketua umum. Padahal dalam susunan kepenguruan Satkar Ulama, yang menjabat sebagai Ketum adalah Tubagus Chasan Shohib. Usut punya usut, ternyata ada 2 delegasi yang hadir di Munas ini dan sama-sama mengklaim memiliki mandat DPP Satkar Ulama. Namun yang diberikan hak untuk menyampaikan pandangan umum oleh panitia Munas, justru kubu Asraf Ali yang ternyata sebagai pelaksana harian (Plh).

“Mereka sudah disiram sebelum ke Munas,” ujar salah satu pengurus Satkar Ulama yang menolak disebut namanya.

Peta dukungan suara Ketum mulai bisa terbaca. Dalam pandangan umum, 27 DPD I dan ormas menyatakan mendukung Ical, sementara Paloh didukung 7 DPD I. 9 Masih abstain, dan tak ada satupun yang menyebut Tommy ataupun Yuddy Chrisnandi.

Source : detik.com

Idola Golkar

partai golkar

Munas VIII Partai Golkar yang di selenggarakan pada 5 Oktober 2009 di Pekanbaru dalam rangka pemilihan Ketua Umum Partai Golkar, tak jauh beda dengan pemilihan kontes-kontes pencari Idola di televisi-televisi. Seperti yang di kutip dari detik.com sambutan tepuk tangan oleh para pendukung (fans) ketika kandidat (calon) Ketua Umum di sebutkan.

Berita-berita tentang adanya upaya provokasi antara calon kandidat sebelum hari acara munas ini di mulai, seolah menunjukkan bahawa inilah wajah-wajah demokrasi Indonesia yang diharapkan mampu menciptakan figur pemimpin (Idola) masa depan.

Apakah seperti ini demokrasi itu ? Silahkan anda nilai sendiri 😀

Good Luck Golkar…!!!