La Luna – Membekas di Hati


Semua berawal dari iseng akan kejenuhan bandnya sendiri di pertengahan album 1999. Ketika itu Boyan (drums,dulu Nasi putih1/2) dan Uti (gitar,dulu OOS), dua orang mahasiswa Arsitektur ITENAS Bandung membuat band iseng yang bawain lagu-lagu sendiri dengan konsep musik berbeda ama band mereka (yang pada waktu itu lagi vakum). Ter-influence oleh Cinnamon dan Blueboy, jadilah beberapa lagu yang so sweet dan easy listening. Ulah kedua orang ini rupanya menarik minat seorang Erwin (Nasi putih ½ juga) untuk ambil bagian isi instrument bass,yang kamarnya dipakai untuk bikin demo kecil-kecilan mereka . Tanpa bermaksud untuk bikin band serius,lagu-lagu dibuat berbahasa Inggris dan masih gak jelas bakal dinyanyiin siapa. Setelah diisi sementara oleh Erwin, barulah menyadari lagu-lagunya lebih pas dinyanyiin sama vokalis cewek.

Di tengah kebingungan, Boyan pun teringat pada rekannya di masa sekolah dulu yaitu Manik, hingga jatuhlah pilihan pada Manik (dulu Macadamia). Cewek ini adik kelas Boyan semasa SMA di SMA 1 Bandung.Keyakinan untuk mengajak Manik pun makin mantap setelah ketiganya mendengarkan suara Manik dialbum ke-2 Pure Saturday. Pada tanggal 2 Januari 2000 mereka memberikan demo yang telah dibikin mereka kepada Manik, ia pun menyambut tawaran ini dengan antusias. Pertemuan di bulan puasa itu , 2 Januari 2000, di anggap sebagai tanggal berdirinya LA LUNA.

Lagu demi lagu mulai dirampungkan. Tapi nama belum ditentukan!! Seorang teman (Ara,red) ngajuin 2 nama Perancis: Eclaire dan La Lune. Nama yang terakhir yang dianggap lebih mewakili konsep musik yang easy listening dan romantis. La Lune artinya adalah bulan, tanpa mengurangi arti dan biar lebih mudah dalam pengucapan mereka sepakat menjadikan LA LUNA sebagai nama Band. Pada tahun yang sama ( Tahun 2000-red) sekitar bulan Oktober LA LUNA di kontrak untuk 1 (satu) album oleh Benih Musik, dimana distributornya oleh Bulletin Musik.

Proses yang cukup cepat untuk sebuah band yang baru terbentuk. Prosesnya sendiri berawal dari demo yang telah dibikin LA LUNA, dititipkan kepada seorang teman, Eko ( eks manager Cherrybombshell-red) yang saat itu akan membawa demo beberapa band dari Bandung yang mencoba peruntungan di kancah permusikan Indonesia. Tanpa berharap banyak, tak lama setelah demo itu diterima, LA LUNA ditawari untuk merekam materinya dalam sebuah Album, yang kemudian menjadi album pertama LA LUNA dengan judul “Penggalan Kisah Lama”, yang menghadirkan single hits dengan judul yang sama.

Pada tahun 2001 LA LUNA mengakhiri kontraknya dengan Benih Musik, untuk terus eksis di permusikan Indonesia, akhirnya tahun 2002 LA LUNA menanda tangani kontrak dengan label barunya Indie Record/ New Metro dan mengeluarkan album kedua pada tahun yang sama dengan judul album “ Dua Musim “ dengan menghadirkan single hits “ Impian” . Tanpa bermaksud untuk berpindah- pindah label, karena LA LUNA di kontrak selalu untuk satu album, maka pada tahun 2003 LA LUNA kembali meluncurkan albumnya dengan judul “ Menanti pagi “ di bawah label Bulletin Musik, yang saat album pertama menjadi distributor. Dalam album ketiga “ Menanti pagi “ ini menghadirkan single pertama dengan judul “ Selepas kau pergi “. Album “ Menanti pagi “ ini adalah sebuah penantian LA LUNA akan harapan agar hari esok atau masa yang akan datang bisa lebih baik lagi dan mendapat pencerahan secerah pagi. Nah..setelah album “ Menanti pagi” yang menelorkan hits ‘Selepas kau pergi’ cukup sukses di pasaran, efeknya cukup membuat nama La Luna eksis kembali di percaturan musik Indonesia, untuk melengkapi pencerahannya album “Menanti pagi” ini La Luna kembali mengeluarkan album “Menanti pagi “ Re-package album, dengan tambahan 2 lagu baru.

Dan akhir tahun 2005 LA LUNA kembali merilis album yang ke-4 “Indah pada waktunya dengan hits single “Tiada yang abadi”.Sampai tahun 2006 ini LA LUNA masih bisa eksis walaupun awal tahun 2006 ini LA LUNA harus kehilangan Erwin (bass) dikarenakan di lebih memilih konsentrasi dengan keluarganya.Harapan La Luna akan tetap eksis di musik Indonesia yang semakin marak ini, dengan tetap menghadirkan karya – karya terbaik La Luna.

Source : lalunaband.com

La Luna – Membekas Di Hati

Perpisahan ini bukanlah pilihanku
Kau yang pergi meninggalkan aku

Pernah aku memuja dirimu
Mencintamu setulus hatiku

Kau yang slalu aku puja
Ternyata menduakan aku
Mengkhianati cintaku
Tak pernah ku membayangkan
Kau kan melukai hatiku
Hancurkan mimpiku tinggalkan aku

Mungkin aku bukanlah pilihanmu
Tak seperti yang kau mau

Kau yang slalu aku puja
Ternyata menduakan aku
Mengkhianati cintaku
Tak pernah ku membayangkan
Kau kan melukai hatiku
Hancurkan mimpiku tinggalkan aku

Sakit yang kurasa
Takkan mudah sirna
Membekas di hati ku terluka
Entah sampai kapan
Ku harus bertahan
Melawan sedihku sendiri

Source : lirikku.blogsome.com

Benar benar sedaaaaaaaaaaap nih lagu..
Download Video Klip nya disini

La Luna – Membekas Di Hati

Iklan
Published in: on Desember 22, 2009 at 9:46 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ningkelle.wordpress.com/2009/12/22/la-luna-membekas-di-hati/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: