Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto


Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto

Markas Besar Polri resmi menahan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, hari ini, Kamis 29 Oktober 2009.

Terlepas dari apakah Bersalah atau Tidak kita yang berada diluar Sistem mungkin merasa terganggu dengan kejadian demi kejadian yang menimpa Chandra dan Bibit, Bukan tidak mungkin kasus semacam ini seperti gunung ES, sesungguhnya mungkin banyak Chandra dan Bibit yang lain yang juga mengalami nasib yang sama.

Kita belum berani mengatakan yang itu salah dan yang ini salah, tapi sebagai anak bangsa yang Mencitai Negeri ini, fakta membuktikan Bahwa Institusi Polri dan Kejaksaan Agung telah gagal mewujudkan cita-cita negara kita yang bebas dari Korupsi dan Kolusi. Makanya atas inisiatif Kepala Negara Beberapa waktu yang lalu maka telah lahir harapan pada KPK. Tapi kini Sinar itu berlahan redup karena kasus yang menimpa lembaga KPK.

Sebagai anak bangsa kami mencitai KPK, untuk itu mari kita dukung Chandara dan Bibit dalam Grup ini. Kita namakan Gerakan Satu Juta Facebookers Dukung Chandra dan Bibit.

Ayo kirim semua teman-teman kita, kejar target 1.000.000 Facebooker.

Join Group : Facebook.com

Iklan
Published in: on Oktober 30, 2009 at 11:26 am  Comments (73)  
Tags: , , , , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://ningkelle.wordpress.com/2009/10/30/gerakan-1-000-000-facebookers-dukung-chandra-hamzah-bibit-samad-riyanto/trackback/

RSS feed for comments on this post.

73 KomentarTinggalkan komentar

  1. Demi anak dan cucu2 kita, saya mendukung gerakan ini, untuk mewujudkan Indonesia yang bebas korupsi kalau perlu saya juga mendukung turun kejalan Selamat berjuang

  2. hidup KPK !!!

  3. Maju terus pantang mundur.

  4. negeri yang aneh….. hidup KPK!!! Pemimpin negeri ini sudah merasa kuat dan aman……sekalian saja suruh bubarkan kpk, biarkan polisi dan jaksa yg ngurus korupsi supaya koruptor di negeri ini bisa ngakak lagi……….

  5. Allahu Akbar, Allahu Akbar,Allahu Akbar. Mari kita dukung pak Bibit dan pak Hamzah,dimata saya mereka adalah orang2 yg jujur tulus dari pancaran wajahnya. Bukan seperti wajah pemimpin yg memakai topeng kepura2an. Lambat atau cepat kelicikan dan kepura2an akan terbongkar kedoknya. Tetap Smangat…

  6. Lawan Terus Korupsi, Tetap Berjuang KPK

  7. Lawan Terus KPK

  8. kapeka lawan terus koruptor yang ingin menjatuhkan kamu…………….

  9. maju……………
    kami siap mendukungmu kpk

  10. maju terus KPK..!!! pantang mundur. bebaskan chandra bibit.. kasus penuh rekayasa.!

  11. selamat pagi KPK, selamat malam kepolisian

  12. mudah2an kebenaran masih dapat ditegakkan di negeri ini…..

  13. mudah2an kebenaran masih dapat ditegakkan di negeri ini…..

    http://www.radjaadaptor.com

  14. ..kalo bikin rekayasa kaya gitu, apa kata dunia?

  15. yuuk

  16. mungkin ini waktu yang tepat untuk gabung,demi negri!

  17. Titip Pesan : Ayo Senin Besok Kita Pakai Baju Hitam Semua Untuk Dukung Cicak Melawan Buaya http://ruanghati.com/2009/11/01/ayo-senin-besok-kita-pakai-baju-hitam-untuk-dukung-cicak-lawan-buaya/

  18. Dukung terus Bibit & Chandra..Bagaimana Mungkin orang gak Bersalah bisa ditahan? mau jadi apa Negara ini?memang kalo orang Nyimpen Bangkai pasti akan ketahuan juga.tapi siapa SANG PENYIMPAN BANGKAI itu? pasti orang tersebut punya KUASA Di NEGARA ini.He he hehe he

  19. OANG BENAR PASTI MENANG.Ayo kita Dukung terus Bibit & Chandra siapapun LAWANNYA.HIDUP KPK….

  20. oya.. kita galang terus dukungan untuk KPK

  21. ayo lawan ketidak semena-mena pejabat2 yg seolah-olah sok jagoan, jgn takut ya bpk candra n bpk bibit SR !!!

  22. Jgn gentar KPK, maju terus, Tuhan tidak tidur! Jgn biarkan para koruptor “tertawa” lagi.

  23. Jangan gentar KPK menghadapi buaya-buaya darat yang haus akan uang haram hasil korupsi…..Perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilann banyak batu sandungan termasuk fitnah yang sangat keji.Maju terus!!!!!

  24. Jangan gentar P’ Bibit dan P’ Candra, sebagaian besar rakyat mendukungmu…lha wong yg nahan kalian itu mbahnya maling kok..siapa sih yg tdk kenal kelakuannya Buaya..tiap pagi cr mangsa..dijln..kalo yg bintang ya..jd centengnya koruptor..

  25. “jangan takut pada mereka yang dapat membunuh tubuh tapi takutilah pada Tuhan Allah yang berkuasa atas seluruh hidup kita di dunia dan akhirat.” Salut pada perjuangan KPK dalam memberantas korupsi. Lebih baik mati sebagai martir pejuang keadilan dan pemberantas korupsi daripada hidup sebagai teroris yang korup dan diktator. maju terus pak bibit dan pak chandra. Doakan kami ibu pertiwi

  26. Saaya dukung penuh Bibit-Candra. Bersihkan lembaga penegak hukum dari orang-orang munafik…..

  27. Kini POLRI bagai makan buah simalakama…hidup KPK

  28. Yang salah dibenerin yang bener disalahin mana yang bener jadinya…jangan biarkan ini terjadi kalo Bangsa Indonesia ingin terbebas dari Korupsi…Allah sedang memberi cobaan kepada bangsa ini..

  29. maju terus pantang mundur…..
    kenapa mesti kpk yg harus di lumpuhkan…..?????

  30. Polisi mencari cara yg tdk profesional utk mempersempit gerak KPK…Hidup KPK….

  31. Yang benar pasti yang mendapat dukungan yang paling banyak, semoga kebenaran selalu menjadi pemenangnya aminnn, saya dukung terus Bibit & Candra

  32. pikir-pikir dulu ah..mo gabung tapi blum punya account.

  33. jangan kita biarkan buaya berkeliaran di negeri ini. Buaya jauh lebih jahat dibanding cicak….. Sudah waktunya rakyat mendukung upaya pemberantasan korupsi, marilah bersatu!!

  34. Penjajahan+pembodohan macam mana lagi ini? Negara mau bersih, sampah malah aparat sendiri yang buat.
    Sungguh aparat keamanan yang ga buat aman.
    Maju terus n pantang menyerah buat Bapak Candra n Bibit

  35. hayooo KPK…
    sudah saatnya legitimasi dan jargon2 tempoe doeloe yang kerap dan senantiasa salah kaprah berpikir seratus kali dalam mengambil keputusan yang di imbangi dengan tindakan yang sewenang – wenang di anulir dengan sikap bersih,iklas dan jujur dalam mengemban tugas negara yang merupakan titipan ibu pertiwi yang telah lama tidur di peraduannya tanpa pernah tersadar walau sesaat…
    Bangkitlah negeriku seiring sikap dan tauladanmu sekecil apapun demi anak negeri…maju terus KPK…SURUT BERPANTANG…

  36. LAWAN KETIDAKADILAN!! maju tarus KPK!!

  37. LAWAN KETIDAKADILAN!! maju terus KPK!!

  38. saya sgt mendukung pembebasan bibit chandra….teruskan brantas korupsi…. untuk KPK jgn sampai rakyat kecil slalu yg menjadi korban……dan ini bru awal…perjuangan..masih banyak halangan2 di masa kedepan dalam menegakan keadilan…brantas koruptor sampai akarnya..agar rakyat kecil merasakan ke makmuran bangsa ini..dan tidak slalu menjadi…santapan dan garapan mereka para penghisap darah rakyat kecil….

  39. meski pun CICAk kecil tapi hati2 kau BUAYA…buaya tak akan bisa menangkap CICAK karena Sang CICAK selalu diatas..maka pantas lah idiom yg telah baku dalam masyarakat BUAYA DARAT,mana ada CICAK DARAT…kita bisa melihat secara nyata kata kalimat yg dikeluarkan dari CORP BUAYA berseragam yg menyatakan dia adlah BUAYA..yg namanya BUAYA pasti sesuatu yg menjijikkan,menakutkan,apa lg dlm hal makanan selalu merugikan beda dengan CICAK selalu menguntungkan di setiap rumah yg ada CICAk maka dia akan membantu memakan nyamuk yg dapat membawa penyakit..MAJU TERUS KPK PANTANG MUNDUR…

  40. Cicak Dan Buaya, nampaknya jadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk mengekpresikan suara hati mereka, yang pasti KPK tetap harus dipertahankan, KPK adalah harapan bagi rakyat agar KORUPSI dapat di cegah tangkal sekaligus dibasmi di negeri persada Nusantara
    Jayalah KPK Jayalah Indonesia
    Maju Terus Pantang Mundur

  41. Maju terus KPK !!!!!!!!!!!

    Berantas korupsi !!!!!!!!!!

    Rakyat mendukungmu !!!!!!!!!!!

    Penahanan Pak Bibit & Chandra merupakan wujud dari arogansi penguasa.

  42. Dukung terus KPK yg ingin memberantas korupsi di Indonesia….!!!!!!!!

    Pesen aja buat Kepolisian RI…. jangan lah cari-cari kesalahan orang.. lihat diri sendiri dlu lah… anda-anda sendiri juga punya salah…. kenapa seh harus orang yang gak bersalah malah dijadikan kambing hitam???? anda harusnya malu coz dari sini saja sudah kelihatan anda itu tidak profesional…

    BEBASKAN CHANDRA HAMZAH & BIBIT SAMAD RIYANTO….!!!!!!!!!!

  43. untuk Kepolisian RI :

    INDONESIA sudah bosan dan ingin bersih dari segala macam bentuk korupsi… jadi harusnya anda mendukung KPK untuk memberantas korupsi… bukannya malah bikin ribut….

    semakin anda bikin ribut,semakin besar pula ketidakpercayaan rakyat kepada anda, semakin besar pula borok yang anda punya… dan semakin kelihatan ketidak profesionalan anda sebagai aparat hukum… anda harusnya melindungi masyarakat, bukan malah menjerumuskan dan mengkambing hitamkan orang yang tidak bersalah…

    percaya deh, anda akan semakin terpuruk dan hancur klo anda buat ribut semacam ini…. dukung dan kerja sama dong dengan KPK agar korupsi di INDONESIA bisa cepat hilang……

    HIDUP KPK…!!!
    HIDUP KPK…!!!
    HIDUP KPK…!!!

  44. cicak cicak di dinding diam diam merayap datang seekor buaya hap lalu ditangkap.
    jangankan cicak semutpun bisa kalahin buaya.
    maju terus KPK

    jangan kuatir pak candra ada yang ngancem mau habisin bapak di tahanan kita siap jadi bodyguard bapak.

  45. Keren KPK…sadap terus pak..biar tau rasa tuh bajingan2
    indonesia nga rugi hilang orang kayak anggoro ato anggodo..hukum mati aja…

  46. Solusinya menjadi lucu, karena membentuk Bentuk TPF (Team Pencari Fakta. Bukankah kalau dibentuk tim ini berarti mekanisme menyelesaikan masalah di tubuh Polri terbukti tidak beres. Lebih dari itu, sebagai satu pemerintahan untuk urusan yang dibuat besar kita menjadi sibuk semua dan seperti sedang kena gempa. Sibuk dimana-mana, omong sana sini. Malu kita dibuat.

  47. […] Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto […]

  48. KPK mau ganti nama…
    KPK = Komisi Pemberantasan Kepolisian…

  49. hidup cicak

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/11/04/heboh-terbuka-sudah-rekaman-anggodo/

  50. namanya juga buaya, biar sudah terdesak tetap nekat,
    kalau ngaku terlibat bukan polisi namanya.Bravo KPK

  51. maju terus KPK…kalahkan ketidakadilan!!!!!!

  52. Hadapi KORUPTOR & BAKINGNYA..
    Rakyat Indonesia mendukungmu

  53. mari kita tunggu pengunduran diri KAPOLRI dan JAKSA AGUNG, sebagai rasa tanggung jawab beliau terhadap carut marutnya hukum untuk membela yg bayar . . .. .

  54. kami berdoa agar yang benar di berikan kemenangan

  55. Mari kita tunjukan bahwa rakyat Indonesia masih punya hati nurani dan bermartabat. Jadikan kasus kriminalisasi KPK merupakan momentum yang tepat untuk menjadi bangsa yang bermartabat.
    Bersihkan kebobrokan Polri dan Kejaksaan dengan PEOPLE POWER SEKARANG!!!

  56. Mau join ato g join… pokoknya jangan sampai kena adu domba

  57. Semangat Pak Candra dan Pak Bibit. Terus berjuang supaya koruptor2 di negeri ini hilang dari peredaran.

  58. jangan takut KPK rakyat mendukungmu, demi tegaknya NKRI

  59. Maju terus KPK, becik ketitik olo ketoro, Gusti ora pernah sare

  60. Penyidik Bareskrim Mabes Polri jelas tidak Profesional; bahkan dapat dikatakan sudah melampaui Kewenangan sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang kepada mereka (lihat: UU No.8 Thn 1981 tentang KUHAP). Kuhap dengan jelas menyebutkan Bukti Permulaaan yang cukup; sedang Sangkaan kepada Pa Bibit S. Riyanto dan Pa Chandra Hamzah dengan sangkaan Penyalahgunaan Wewenang, kemudian bertambah lagi dengan tuduhan Suap dan Pemerasan. Tuduhan dan Sangkaan tersebut jelas belum memenuhi unsur Bukti Permulaan yang cukup untuk ditetapkan sebagai Tersangka. Keterangan KAPOLRI semalam Tgl.5 Nopember 2009 yang berlanjut sampai hampir Jam 3 dinihari Tgl.6 Nopember 2009 dalam RDP didepan Komisi III DPR RI, menyatakan Sdr. ARI MULADI tidak mencabut BAP pertama; sedang ternyata Sdr. ARI MULADI DALAM TANYAKAN METRO TV hari ini jelas menyatakan dia sudah mencabut dan memperbaiki keterangan tersebut; bahkan menurut keterangan KAPOLRI bukti-bukti di Penyidik sangat kuat, namun ternyata hanyalah PETUNJUK SEMATA dan bukan bukti sebagai yang dikehendaki KUHAP. TANPA BUKTI PERMULAAN YANG CUKUP, TIDAK PATUT SESEORANG YANG DIDUGA MELAKUKAN TINDAK PIDANA DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA; APALAGI DILAKUKAN PENAHANAN !

    Jelas tindakan Penyidik penuh dengan rekayasa ! Apalagi ternyata dengan diperdengarkan Rekaman Penyadapan oleh KPK di Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari Selasa, Tanggal 3 Nopember 2009 maka sudah tidak terbantahkan lagi Rekaman ini bukan hanya FAKTA saja; namun adalah FAKTA HUKUM; BAHKAN DIKUATKAN DENGAN KETERANGAN SAKSI KUNCI Sdr. ARI MULADI pada hari ini JUMAT, TANGGAL 6 NOPEMBER 2009 YANG MEMBANTAH BAP YANG PERTAMA, SEBAGAI YANG DISAMPAIKANNYA DI METRO TV DALAM DIALOG EKLUSIVE DENGAN REPORTER METRO TV – Sdri. NAJUWA SHIHAAB !

    Sepatutnya, Irwasum dan Propam Mabes Polri harus mengambil langkah-langkah yang TEGAS dan TERUKUR terhadap setiap Penyidik yang namanya secara gamblang dan berkali-kali disebutkan dalam percakapan Rekaman tersebut, tanpa harus menunggu perintah Kapolri. Jelas tindakan Penyidik yang secara bersama-sama dengan Sdr. Anggodo Wijoyo, yang dibantu oleh Petinggi Kejagung dan Konco-Konconya jelas sebagai REKAYASA, untuk dengan sengaja melakukan KRIMINALISASI terhadap Pa Bibit dan Pa Chandra; apalagi ternyata sudah ada pengakuan dari KAPOLRI mengenai benar keberangkatan KABARESKRIM – Sdr. SUSNO DUAJI ke SINGAPURA menemui Sdr. ANGGORO – SELAKU TERSANGKA DALAM PERKARA DI KPK; SEJALAN DENGAN PERCAKAPAN REKAMAN PENYADAPAN KPK di MK !

    Jelas sudah terbukti dan dapat diangkat sebagai FAKTA HUKUM bahwa KABARESKRIM – Sdr. SUSNO DUAJI telah melanggar KODE ETIK PROFESI KEPOLISIAN, R.I.; karena sudah diberitahukan secara patut oleh KPK mengenai kedudukan hukum Sdr. ANGGORO WIJOYO sebagai Tersangka; apalagi ada pemberitahuan DPO dari KPK ke POLRI utk yang bersangkutan harus ditangkap !

    Kalau Penyidik Mabes Polri masih mempunyai rasa malu, maka sepatutnya segera dikeluarkan SURAT PERINTAH PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP3); oleh karena HASIL REKAMAN PENYADAPAN KPK ; bukan hanya FAKTA saja; namun sudah dapat diangkat dan diambil sebagai: “FAKTA HUKUM”.

    Bila ternyata Kapolri dan jajarannya dari Bareskrim Mabes Polri tidak lagi mempunyai rasa malu ………….., maka sudah sepatutnya Bapak PRESIDEN, R.I. segera mengambil langkah yang terukur dengan menggunakan HAK POLITIK Presiden, sebagaimana yang diatur dalam KONSTITUSI kita, yaitu dengan memberikan ABOLISI kepada Pa Bibit dan Pa Chandra, sebagai tindakan yg meniadakan atau menghapus bukan saja hal yg bertalian dengan pidana atau hukuman, tetapi juga yang menyangkut akibat-akibat hukum pidana yang ditiadakan seperti putusan atau vonis hakim.

    Bila ternyata KAPOLRI, tidak juga memerintahkan Penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk mengeluarkan SP3, maka sepatutnya terbukti sebagai bentuk PEMBANGKANGAN Kapolri terhadap Perintah Presiden, R.I. Untuk itu, patut Bapak Presiden segera memberhentikan KAPOLRI dan menunjuk KAPOLRI YANG BARU; karena perkara ini sudah jelas dan terang sebagai bentuk Rekayasa anak buahnya yang menyalahgunakan WEWENANG !

    Perbuatan tercela ini tiada lain harus dilawan; oleh karena sudah jelas dalam Rekaman Penyadapan KPK telah terungkap KEBENARAN REKAYASA tersebut; bahkan SAKSI KUNCI Sdr. ARI MULADI TELAH MEMBANTAHKAN SEMUA KETERANGAN DALAM DAGELAN POLITIK SEMALAM (TGL.5 NOPEMBER 2009 S/D HAMPIR JAM 3 DINI HARI TANGGAL 6 NOPEMBER 2009) OLEH KAPOLRI DAN BAWAHANNYA; BAHKAN SECARA JUJUR DAN TULUS KAPOLRI HARUS MENYATAKAN BAHWA AKIBAT KETERANGAN YANG TIDAK BENAR DARI BAWAHANNYA (PENYIDIK), SEHINGGA BELIAU MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK YANG BERANI DAN LUAR BIASA DIHADAPAN PULUHAN JUTA MASYARAKAT DISELURUH INDONESIA.

    Bahwa perkara KRIMINALISASI KEDUA PIMPINAN KPK sebagai REKAYASA yang dilakukan oleh Sdr. ANGGODO WIJOYO DAN KONCO-KONCO-NYA dalam Rekaman Penyadapan tersebut patut diterbitkan SP3 OLEH KAPOLRI !

  61. Setelah saya amati dari awal perjalanan kasus yang menimpa Bibit & Candra bahwa polisi terkesan memaksakan tuduhan atau sangkaan terhadap Bibit dan Candra, yang kemudian terkesan kriminalisasi Bibit dan Candra. Hal tersebut bisa dilihat dari :
    1.Tuduhan/sangkaan yang berubah-ubah (tidak konsisten).
    2.Penahanan Bibit dan Candra oleh pihak kepolisian yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
    3.Kemudian ditambah lagi dengan pemutaran rekaman di MK.
    4.Dicabutnya berita acara Ari Muladi.
    Dan masih banyak lagi bantahan-bantahan yang dilakukan oleh saksi-saksi. Inilah yang kemudian menimbulkan masyarakat curiga dengan penyelidikan yang telah dilakukan oleh Polisi.Akhirnya dari pada kita pusing sendiri, lebih baik tunggu aja kesimpulan dari TPF dan Hasil dari Kejaksaan senin depan.
    “BERANTAS KORUPSI SAMPAI KE AKAR AKARNYA, DARI YANG PALING KECIL SAMPAI DENGAN YANG BOSS…OOOKNYA ”
    “HIDUP KPK MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, KAMI RAKYAT INDONESIA SELALU DIBELAKANGMU”

  62. TETAP PERTAHANKAN INTEGRITAS DAN KEADILAN
    MAJU TERUS KPK.

  63. KPK di gembosi, di usik… oleh orang-orang yang merasa terganggu kepentingannya….maju tak gentar…..Rakyat mendukungmu KPK……

  64. GANTI NAMA AJA # KPK # Kepolisian Paling Korup.
    KOMPAK TERUS KPK ASLI . BASMI TERUS KORUPTOR.

  65. semoga kebenaran terungkap,
    rakyat indonesia brhrp hkm tetap di
    tegakkan,bkn krn kekuasaan.

  66. Kita kecewa pada komisi 3 DPR saat raker dengan KAPOLRI kamis malam kemarin yang selalu membela kinerja POLRI, ada apa ini???? semestinya sebagai wakil rakyat harus bisa menyalurkan aspirasi rakyat yang pada umumnya sekarang dukung KPK.Maju terus KPK pantang mundur.

  67. Melihat pekembangan kasus ini sudah mulai ada titik terang dengan selesainya perifikasi tim 8 dengan aktor aktor kasus ini.Polisi terlalu memaksakan untuk menjadikan P.Bibit dan P.Candra dijadikan tersangka. namun ada yang putus dari alur ini, dengan belum terkuaknya siapa YULIANTO………..yuk dengan face book ini kita bantu cari siapa YULIANTO ini.

    salam

  68. Sebetulnya bukan hanya dari kasus p. Candra dan p. Bibit, kalau saya sebagai rakyat biasa yang tidak begitu mengerti arti hukum yang di jalankan oleh para penegak hukum kita, saya dari mulai kasus p Anta sari begitu kaget dan tidak percaya kalo p.Antasari bisa terlibat kasus pembunuhan, apakah betul seorang p.Antasari sebegitu bodohnya bisa tersandung dgn kasus perencanaan pembunuhan, apakah seorang p.Antasari tidak memikirkan akibatnya,jika nanti ketahuan akibat dari perbuatannya?.. makanya sampai sekarang saya tetap tidak percaya, termasuk kasus p.Bibit dan p.Candra saya tidak percaya kalau biliau-beliau tersandung kasus penyuapa.. sampai saat ini saya sebagai rakyat biasa masih menaruh banyak harapan terhadap KPK untuk memberantas koruptor,itulah pendapat saya sebagai rakyat biasa yang tidak mengerti hukum.

  69. Penetapan tersangka dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh kepolisian hal tersebut merupakan suatu penyalahgunaan wewenang. Kendati demikian, polisi tidak bisa menangani masalah kewenangan KPK. Polisi baru bisa menangani jika ada tindakan pidana yang kuat. Sedangkan Bibit dan Chandra dijadikan tersangka dengan indikasi tindak pidana yang tidak jelas.“Katanya menerima suap, tapi yang memberi tidak mengakui. Katanya memaksa untuk menerbitkan surat cekal, tapi Dirjen Imegrasi merasa tidak dipaksa. Dan surat pencekalan itu sudah memenuhi prosedural. Oleh karena itu saya tidak lihat unsur pidananya. Itu murni sengketa administrasi dalam hukum. Dasarnya, tak ada alasan hukum yang bisa memperkuat bahwa keduanya telah menyalahgunakan wewenang dengan cara mencabut cekal tersangka pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu Anggoro Widjojo (kakak Anggodo). Rekaman bahkan dengan jelas mengungkap bahwa Anggodo adalah orang yang paling aktif membuat rekayasa menjerat Bibit-Chandra, yang diduga mendapat bantuan dari oknum kepolisian dan kejaksaan. Karena itu, jika kasus tersebut tidak memiliki unsur pidana harusnya dihentikan alias di-SP3. Sementara jika terbukti, dilanjutkan. “Tidak boleh sengketa administrasi dibelokkkan ke pidana. Dan kalau memang ada tindak pidananya segera umumkan. Kalau diabaikan begini saja sistem hukum kita bisa rusak.
    Masalah ini menjadi makin rumit, hal ini dikarenakan banyaknya orang, kelompok, pengamat dan pakar yang ikut meramaikan masalah ini dengan memberikan berbagai komentarnya. Mau tidak mau opini yang berkembang di masyarakat juga makin beragam dan menambah masyarakat menjadi bingung. Berita maupun opini yang beredar ini sedikit banyak telah membuat masyarakat terbelah (mendukung Polri atau KPK). Situasi seperti ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk memecah persatuan dan kesatuan negeri ini. Meskipun ada beberapa pihak yang menganggap opini publik hanya menyudutkan salah satu pihak saja tanpa tahu dasarnya, namun sebenarnya dengan adanya opini tersebut masyarakat ikut serta dalam memberikan dorongan dan memungkinkan bisa menyadarkan para pihak yang saling bersengketa supaya para pihak tersebut bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dengan benar tanpa mengkambinghitamkan orang lain maupun merekayasa suatu kejadian atau bukti.
    Saya menilai kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah tidak bisa dianggap kasus perorangan. Karena melalui kasus itu mulai muncul ketidakpercayaan antara lembaga. Selain itu, masyarakat pun mulai mencium adanya ketidakberesan. Hendaknya pemerintah khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera turun tangan supaya masalah ini tidak berlarut-larut. Kuncinya berada di Presiden sebagai kepala negara. Peristiwa semacam ini tidak hanya kasuistis, tapi satu titik dari garis bengkok keadilan.
    Persoalan KPK dan Polri harus segera dituntaskan. Karena, jika tidak citra Indonesia di dunia internasional akan tercoreng akibat berlarut-larutnya masalah tersebut. Kepada pihak-pihak yang sering melontarkan pernyataan yang agak membingungkan masyarakat, diminta untuk memberikan pernyataan yang tidak membela atau memojokkan salah satu pihak. Berikanlah informasi yang benar, berimbang dan tidak membingungkan kepada masyarakat.
    Jika masalah sepelik ini saja pemerintah tidak bisa menyelesaikan dengan baik, akan menimbulkan perpecahan antara dua penegak hukam di Indonesia yang berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia itu sendiri. Dalam hal ini akan membuat masyarakat enggan untuk melakukan perbuatan hukum karena melihat para penegak hukum tidak sesuai lagi dengan tanggung jawabnya malah memanipulasi atau rekayasa terhadap hukum itu sendiri. Oleh karena banyaknya pendapat yang membingungkan ini, masyarakat diminta untuk menyikapinya secara arif. Jangan sampai kita ikut terpengaruh dan menjadi salah satu dalam kelompok ini. Kita harus pintar memilah-milah dan menyaring semua pernyataan yang sudah dilontarkan oleh sejumlah kalangan tersebut. Oleh karenanya kita berharap, KPK dan Polri segera menyudahi konflik yang sudah tidak menentu arahnya ini.

  70. Negara kita adalah negara hukum….semua persoalan, masalah, kriminal, dll..bisa teratasi apabila kita menaati dan percaya keberadaan hukum di indonesia…
    Tapi yang jadi permasalahan yang menyedihkan para aparat penegak sendiri yang dianggap tau soal hukum ternyata malah terlibat konflik yang tidak tau mana yang bisa dipercaya….Polisi?anda seharusnya jadi panglima penegak hukum,,,,,,,bukan malah menjadi antek mafia peradilan….tapi memang sulit,,,jaksanya saja juga ruwet??? kita mau cari keadilan dimana?masih ada mafia-mafia peradilan?wong jelas-jelas KPK itu melakukan penyidikan demi membrantas korupsi malah disodori tuduhan yang g jelas…Tapi kita tetap harus optimis, positif tinggking dan objektif…yang bersalah harus mendapat sanksi yang seharusnya didapat….maju terus KPK tapi anda juga harus membuktikan bahwa anda sudah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,,kalo memang anda terbukti bersalah anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda….bagi bapak polisi dan jaksa, anda sebagai instansi pejabat yang terhormat, tonggak pertama masyarakat dalam mencari perlindungan dan keadilan, tangkap orang yang bersalah…dengan tetap berpedoman dengan hukum,,,tapi inget….jangan sampe salah tangkap…..hidup indonesiaku,,,majulah bangsaku…sejahtera rakyatku…

  71. Rasulullah SAW bersabda, ” Apabila Allah menginginkan kemajuan dan kesejahteraan bagi suatu kaum, maka Allah memberi mereka kemudahan dalam hal jual beli dan kehormatan diri. Namun, bila Allah menginginkan bagi mereka hambatan dan kegagalan, maka Allah membuka bagi mereka pintu penghianatan.” (HR Ath-Thabrani) Artinya : timbul korupsi, kolusi, manipulasi dll
    “Ini janggal. Bukti yang cukup hanya diperlukan oleh majelis hakim di persidangan untuk menjatuhkan vonis. Untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka, polisi hanya memerlukan bukti permulaan, dan rekaman KPK sudah cukup untuk dijadikan bukti permulaan,” terang Luhut. Dia menilai pihak berwenang seharusnya menindak Anggodo agar tidak ada kesan impunitas atau kekebalan hukum dalam sistem peradilan
    proses hukum yang terus dilakukan Mabes Polri terhadap KPK, sangat penuh dengan rekayasa untuk dengan tujuan untuk mengamputasi kerja-kerja KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Penahanan yang sebelumnya juga dilakukan itu merupakan kriminalisasi terhadap KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi di Indonesia, melalui setting tingkat tinggi yang rapi yang melibatkan unsur penegak hukum, seperti Polri dan kejaksaan,”katanya. Oleh karena itu ia meminta agar Bibit Chandra dibebaskan dari proses hukum dan nama KPK yang telah dicemarkan dengan penahanan Bibit-Chandra, segera direhabilitasi kembali. Ia juga mendesak agar presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengambil alih masalah kisruh antara KK dan Polri tersebut dan tidak melakukan cuci tangan dengan melindungi Kapolri yang telah melakukan kriminalisasi terhadap KPK. “Negara ini berdasar hukum, siapa pun yang terlibat dalam penghancuran KPK, harus dihukum, termasuk Kapolri, dan Kejaksaan Agung mereka harus dicopot dari jabatannya
    Kemelut antara Polisi dan KPK semakin hari semakin ’seru’. Para pendukung masing-masing pihak sudah mulai memperlihatkan eksistensinya. tak terkecuali para pendukung KPK, setelah kemarin banyak mendapat dukungan dari facebookers dan bloggers, kini dukungan semakin meluas dari berbagai pihak. bentuk dukungan moril yang sangat nyata, memakai pita hitam. sebuah tanda ikut berduka untuk sebuah lembaga yang sedang dilanda kemelut. namun pada akhirnya, hukum dituntut untuk menunjukan keadilannya. negeri ini masih sangat butuh lembaga seperti KPK untuk memperbaiki diri.

  72. Kasus KPK Vs POLRI kian sering kita dengar dengan sebutan Cicak lawan Buaya, kasus ini kian memanas karena tengah menyeret 2 pimpinan KPK yakni Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah oleh pihak Polri. Mereka menjadi tahanan BARESKRIM karena di duga telah menyalahgunakan kewenangan pencekalan terhadap bos PT. Era Giant Prima, Joko Soegiarto Tjandra. Polri menilai KPK telah mengganggu proses penyidikan yang dilakukan tim penyidik, karena kerap melakukan jumpa pers.
    Seperti diberitakan, Mabes Polri telah menetapkan pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah sebagai tersangka dugaan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang. Terkait dengan dugaan tersebut, Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah membantahnya. Ia mengatakan bahwa “Terkait dengan pernyataan Kapolri, saya nyatakan bahwa saya tidak pernah menerima uang baik langsung maupun tidak langsung sekira Rp 6 Miliar dari Ari Muladi atau Yulianto atau orang lain yang mungkin akan dimunculkan lagi.” Hal yang sama pun juga diungkapkan oleh Chandra M. Hamzah dimana ia mengaku tidak kenal dengan Ari Muladi, orang yang di duga menjadi perantara pemberian uang dari pengusaha Anggoro Widjojo kepada pimpinan KPK.
    Dukungan pun terus mengalir pada Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah, salah satunya dari Komite Bangkit Bersatu. Dimana juru bicara Komite Bangkit Bersatu menegaskan bahwa Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono agar segera bertindak, sebab permasalahan yang muncul bukanlah perkara kriminal biasa, namun perseteruan antara badan penegak hukum, yaitu KPK dan POLRI. Presiden selaku pimpinan politik nasional seharusnya menengahi konflik yang terjadi antar-lembaga tersebut dan Presiden pun juga mempunyai hak untuk memberikan arahan untuk menangani konflik yang tengah terjadi walaupun tidak boleh mengintervensi hukum.
    Makin mencuatnya kasus KPK dan POLRI tersebut membuat DPR kian gerah saja, hingga diadakan rapat yang bertujuan agar masalah yang terjadi dapat sedikit terselesaikan. Rapat tersebut pun dihadiri oleh Kabareskrim non-aktif yaitu Susno Duadji. Namun ketika disinggung mengenai dugaan suap yang menyeret dirinya, Susno engklarifikasinya, bahwa ia tidak menerima suap sepeser pun dari oknum manapun, dari jawaban yang dikemukakannya tampak ia begitu tertekan oleh kondisi yang ada saat ini , dimana ia diduga menerima suap sebesar Rp 10 Miliar terkait kasus Bank Century dan terlihat ia sedikit meneteskan air mata.
    Selain itu dalam rapat tersebut juga Kapolri Bambang Hendarso Danuri meminta difasilitasi untuk dapat mengungkap bukti penyadapan atau rekaman telepon yang baru-baru ini banyak diperdengarkan di masyarakat, Kapolri mengaku tidak pernah ada rekaman di tangan Polri namun rekaman tersebut ada di KPK, kalaupun itu dijadikan barang bukti haruslah dicek terlebih dahulu. Selain itu hal yang menguatkan pula mengapa masyarakat menganggap bahwa Polri tidak memihak masyarakat adalah karena pihak yang seharusnya menjadi tersangka yaitu Anggodo tidak ditahan karena dalam rekaman tersebut banyak sekali percakapan Anggodo yang menceritakan tentang rekayasa atau alur cerita yang seolah-olah ingin menghancurkan KPK dengan menjebloskan Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah ke penjara. Lemahnya Polri adalah dalam melakukan penyidikan pihaknya hanya dipayungi oleh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP dan KUHAP), dimana di dalam KUHP dan KUHAP tidak diatur mengenai alat bukti rekaman, itulah yang tidak dapat menjerat Anggodo untuk masuk ke dalam buih. Dalam pasal 183 (1) KUHAP deterangkan mengenai macam dari alat bukti yaitu :
    1. Keterangan saksi
    2. Keterangan ahli
    3. Surat
    4. Petunjuk
    5. Keterangan terdakwa
    Tampak bahwa pihak Polri tidak memiliki cukup bukti untuk dapat menjerat Anggodo ke dalam penjara dan hal itulah yang membuat masayarakat (public) kecewa terhadap POLRI.

  73. Inilah yg namanya konspirasi tingkat tinggi yg melibatkan petinggi2 polri dan kejaksaan agung. mereka akan tetapenak dud bertahan dengan rekayasanya karena mereka merasa berkuasa atas hukum di Republik ini. Sebenarnya hanya RI 1 sajalah yg dapat menyelesaikan masalah ini karena hanya RI 1 pemegang kendali republik ini. Tetapi apakah RI 1 benar2 serius menyelesaikan masalah ini…? karena masalah sudah meluas kemana-mana !!!! Kalo kapolri cs. tidak mungkin mau mundur…sudah enak jadi jendral gampang membayar demo2 bayayan seolah-olah mendukungnya. mengeluarkan dana untuk demo tidak terlalu banyak dibanding dana yg sudah masuk ketangan kapolri cs.(ratusan milyar)lihat di rekening mereka masing2. Kalau Presiden ragu memecat kapolri cs…,kerahkan saja TNI Darat…Laut dan Udara….RI 1 seorang jenderal TNI bukan…? bersikaplah yg tegas….kalau RI 1 merasa bersih…maka hancurkan bajingan mafia hukum dan mafia peradilan TNI dan rakyat berada dibelakang presiden. Kalau anggota dewan membela penjahat/bajingan itu…bubarkan saja dengan dekrit presiden… TNI dan rakyat berada dibelakang anda pak presinen!!!!!!! hidup Sby,hidup TNI…hidup rakyat…Allahu Akbar….Allahu Akbar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: